Geopark Ciletuh Menuju DaerahWisata Berkelas Dunia
INILAHCOM, Bandung - Pemprov Jawa Barat serius dalam memasarkan potensi wisata di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui Festival Geopark Ciletuh 2015 pada 14-15 November.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menuturkan, Pemprov Jabar akan terus mendorong pengembangan wisata di Geopark Ciletuh. Pria yang akrab disapa Demiz ini, menargetkan obyek wisata Geopark Ciletuh bisa menembus Global Network pada 2017.
"Kita sudah membentuk tim khusus untuk mengangkat potensi objek wisata geopark CIletuh sejak 7 bulan lalu," tutur Demiz usai menghadiri Festival Geopark Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/11/2015).
Dalam acara promosi ini, berbagai kegiatan budaya, wisata dan olahraga diagendakan di Geopark Ciletuh. "Langkah awal kerja tim khusus tersebut adalah mendorong Geopark Ciletuh menjadi Geopark Nasional pada Desember 2015," papar Demiz.
Untuk merealisasikan hal itu, lanjut Demiz, Pemprov Jabar menyiapkan beberapa dokumen sebagai kelengkapan untuk menjadi geopark nasional. Pasalnya untuk diakui Unisco sebagai global Geopark Network harus masuk geopark nasional terlebih dahulu.
"Melalui festival, kita angkat keragaman budaya. Kalau keragaman hayati dan geologinya sudah ada. Saya sudah beberapa kali kesini. Makanya pantas kita angkat menjadi Geopark Ciletuh. Targetnya, dokumen kita selesaikan kelengkapannya dan Desember 2015 ditargetkan menjadi Geopark Ciletuh," papar Demiz.
Sementara untuk menjadi global geopark network, kata Demiz, Ciletuh ini memang berbeda. Disana ada gunung sampai laut, 15 desa yang secara kultural beragam. Untungnya ini ada di 2 kecamatan tapi satu kabupaten.
"Makanya tidak susah dalam mengurus kalau di dua kabupaten atau tiga, itu akan repot Jadi pengurusanya akan mudah, terutama dalam berkoordinasi. Kita optimis 2017 jadi golbal geopark Network," ungkapnya.
Jika Ciletuh pada Global Geopark Network maka secara langsung akan menjadi destinasi skala internasional. Tidak semua tempat memiliki 36.600 hektar di dua kecamatan. Demiz menyebut tidak semua negara dan provinsi punya geopark. "Jabar punya geopark, kenapa tidak kita siapkan dari sekarang," ucap Demiz.
Demiz berharap masyarakat juga harus siap dalam menghadapi kemajuan geopark Ciletuh. Jika Ciletuh berkembang maka pertemubuhan ekonomi masyarakat akan luar biasa berkembang.
"Makannya di tahun depan kita siapkan infrastrukturnya. Terutama di sekitar desa Taman Jaya, Ciwaru dan puncak Darma itu akan disiapkan," kata Demiz.
Untuk rencana ini, kata Demiz, Pemprov Jabar mempersiapkan dana sekitar Rp 30 miliar. Diharapkan, pada Januari 2016 sudah dapat dikerjakan. "Kita akan lakukan betonisasi," Demiz.
Selain infrastruktur, Pemprov Jabar juga berniat mengembangkan Bandara Citarate. Hal itu mempermudah akses bagi para wisatawan untuk datang ke Geopark Ciletuh.
"Sekarang Citarate masih dalam tahap pembebasan lahan. Kita juga akan bangun dermaga kita akan masukan di tahun depan. Bahkan, ada perusahaan swasta kembangkan tenaga bayu sehingga energi sudah siapkan," kata Demiz.
Peneliti Geopark Ciletuh dari Universitas Padjajaran (Unpad), Mega Fatimah Rosanah mengaku kagum dengan kekayaan yang dimiliki Geopark Ciletuh. Pasalnya, dalam penelitian yang dilakukan beberapa bulan terakhir, pihaknya telah menemukan beberapa hal yang menakjubkan.
"Seperti batu yang usiannya mencapai 35 juta tahun yang lalu. Ada juga batu mirip badak, dan juga sisik Naga. Batu tersebut dibentuk oleh proses alam," ucap Mega. [ipe]
#pariwisata #Indonesia #wisata #Hotel #bali #bandung #jakarta #bdg #Surabaya #Bogor #Cipali #TOL #Pantura #MenPU #loker #job #Lowongan #tepokjidat #Gerindra #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #Megawati #capres #negara #Indonesia
Read More : Geopark Ciletuh Menuju DaerahWisata Berkelas Dunia.
0 komentar:
Posting Komentar